INFO LOWONGAN KERJA TERBARU KLIK DISINI

Jagalah Lidahmu || Bahan Khutbah, Ceramah, Kultum


بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
اَلْحَمْدُ للهٍ الذى نَزَّلَ اْلفُرْقَانَ عَلَى عِبَادِهِ لِيَكُوْنَ لِلْعَالَِميْنَ نَذِيْرًا. أَشْهَدُ أَنْ لآ اِلهَ الله وَحْدَهُ لآشَرِيْكَ لَهُ الذِى خَلَقَ اْلِأنْسَانَ فىِ أَحْسَنِ تَقْوِيمْ. وأَشهد أن محمدا عبدُه ورسولُه اْلهَادِى الى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ مَنْ سَلَكَهُ فَازَ بِالعِزِّ وَالنَّعِيْمِ اْلمُقِيْمِ ومن حَادَ عَنْهُ رُمِىَ بِهِ فِى اْلجَحِيْمِ. والصلاةُ والسلامُ على سيِّدِ اْلخَلْقِ مُحمدِابْنِ عَبْدِاللهِ وعلى أله وأصحابه الذين جَاهَدُوْا فى اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ فَكَانُوْا أَحِقَّاءَ بِالنَّعِيْمِ اْلمُقِيْمِ. أمابعد:
Saudara-Saudara kaum muslimin rahimakumullah
Ketaqwaan harus selalu menjadi cermin utama kita dalam meniti kehidupan. Menjadi simbol sejati dalam beraktivitas sehari-hari bahkan rasa taqwa itu hendaknya bisa membaluri segenap tingka laris kita, sehingga kita benar-benar memiliki aklak yang mahmuda (terpuji) yang merupakan cermin dari eksklusif muttaqin tadi.

Jika ingin menyebabkan diri kita sebagai muttaqin sejati, maka satu hal yang perlu kita lakukan yaitu menjaga salah satu anggota tubuh yang kelihatannya kecil, namun apabila tidak sanggup menjaganya, maka akan menimbulakan tragedi yang sangat dahsyat. Anggota tubuh yang dimaksut yaitu lidah. Lidah memang tidak bertulang tetapi sedikit saja salah dalam berbicara, maka jadinya menjadi sangat fatal. Bisa terjadi perttumpahan darah, pertengkaran atau mungkin tidak saling tegur sapa. Maka tepatlah apa yang dikatakan oleh pepatah Arab:
سلامة الإنسان فى حفظ اللسان               
“Keselamatan seseorang, tergantung pada bagaimana ia menjaga lidahnya”.

Sedemikian pentingnya menjaga pengecap sehingga dia bersabda:
 كُفَّ عَليك هذا, وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسُ فى النارِ على وُجُوْهِهِمْ أو قال على مَنَاخِرِهِمْ إلَّاحَصَائِدُ أَلْسِنَتَهُمْ  
"Peliharahlah lidahmu sebab manunusia nanti akan dicampakkan ke dalam neraka entah mukanya atau atau batang hidungnya yang tercampak terlebih dahulu, itu semua terjadi sebab tidak bisa menjaga lidahnya".

Dalam hadis lain Rasulullah juga telah memberi peringatakan bahwa hendaknya anggota tubuh yang berjulukan pengecap selalu di jaga, dalam artian bahwa tidak dipakai berbira kotoar, mengumpat, menggunjing, dan lain-lain. Tetapi hendaknya pengecap dipakai berkata jujur, kalau tidak bisa, lebih baik diam. sebagaimana sabda Raulullah:
مَنْ كان يُؤْمِنُ بالله واليومِ الأخرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أولِيَصْمُتْ
"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah berkata yang baik (jujur) atau diam".
Inilah sabda Rasulullah yang merupakan ilustrasi bahwa keimanan seseorang sanggup diukur dari perkataan baik dan buruknya.
Imam al-Gazali dalam kitabnya Ihya Ulum al-Din,  menulis bahaya-bahaya pengecap kalau tidak bisa menjaganya.
Pertama, pengecap yang tidak terkontrol oleh nilai-nilai Islam, selau berkata yang tidak ada guna dan mamfaat. Juga memunculkan perkataan yang ngelantur, tiada ujung dan pangkalnya, sehingga potensial melahirkan fitnah. Permusuhan dan pertengkaran. Oleh sebab itu Rasulullah bersabda:
مِنْ حُسْنِ اْلِإسْلَاِم اْلمَرْءِ تَرْكُهُ مَالَا يَعْنِيْهِ 
"Di antara ciri kesempurnaan Islam seseorang yaitu meninggalkan sesuatu yang tidak patut dilakukan."
Kedua, pengecap yang tidak terkontrol oleh nilai-nilai Islam, akan suka membicarakan hal-hal yang erotis, kemaksiatan, penjudian, perzinahan dan lain-lain. 
Ketiga, pengecap yang tidak terkontrol oleh nilai-nilai Islam, selalu menjadi pemicu pertengkaran. Belum tahu problem yang sesungguhnya tiba-tiba saja emosi menguasai jiwanya. Kemudian lahirlah pertengkaran, pertikaian dan lain-lain. Olehnya itu Rasulullah bersabda:
إِنَّ أَبْغَضُ  الرِّجَالِ إلى الله اْلأَلَدُّاْلِخصَامِ
"Orang paling dibenci oleh Allah yaitu orang yang suka bertengar dan suka saling menyerang."
Keempat, pengecap yang tidak terkontrol oleh nilai-nilai Islam, akan selalu berbicara dusta. Sebagai buah dari tidak terkontrolnya agama dan nalar sehat. Dan kalau orang sudah terbiasa berkata dusta, maka tidak ada alamt yang dialamtkan kepadanya kecuali tanda munafiq. Sebab Rasulullah telah menyatakan gejala orang munafiq, yaitu kalau berbicara, ia selalu dusta.

Kelima, pengecap yang tidak terkontrol oleh nilai-nilai Islam, akan melahirkan orang-orang suka melanggar janji, padahal kesepakatan harus selau ditepati. Janji yaitu hutang (الوعد دين)  siapa yang berjanji ia harus menepati janjinya, baik janjinya kepada teman, saudara, partner bisnis, lebih-lebih kesepakatan kepada Allah.
Itulah beberapa hal yang menjadi ancaman pengecap yang tidak terkontrol oleh nilai-nilai Islam, agar dengan ayat dan hadis ini, kita sanggup berupaya untuk lebih meningkatkan kualitas taqwa dengan menjaga pengecap yang sanggup menimbulakan ancaman yang dahsyat. Agar kita bisa hidup dengan hening dan tentram.
والسلام

INFO LOWONGAN KERJA TERBARU KLIK DISINI

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2


Iklan Bawah Artikel